Anda ingin menulis atau mengarang tapi bingung ingin memulai menulis apa? Saya juga pernah mengalami hal seperti itu. Untuk memulai mencari ide tulisan mungkin anda dapat memulai dengan membaca buku. Melalui membaca, kita bisa mendapatkan pengetahuan baru dan sumber ide untuk bahan tulisan kita. Dalam buku yang berjudul "Dalan Sugih (Jalan Kaya)" karya Setiawan G. Sasongko terdapat beberapa tips untuk jadi penulis dan pengarang. Buku tersebut memuat berbagai macam nasihat dan tips mengenai menjadi seorang penulis. Salah satu babnya membahas tentang tips untuk menulis dan mengarang yang saya rangkum seperti di bawah ini:
1. Bagaimana Memulai Menulis?
Para pemula biasanya bertanya-tanya bagaimana cara memulai menulis atau mengarang. Untuk mengatasi kebuntuan dalam menulis cepatlah mengambil sikap, mulailah dengan menulis apa saja. Ketiklah apa saja , asal tulis sebagai pancingan. begitu pancingan berhasil maka kita akan lancar menuliskan kata atau kalimat berikutnya.
Contoh:
Busyet, Anjing itu selalu mengikutiku!
ingat, saat itu saya sudah menentukan pilihan ingin menulis cerpen, puisi atau artikel. Jika ingin menulis cerpen maka kalimat tersebut saya lanjutkan menjadi :
Busyet, Anjing itu selalu mengikutiku!Akupun berlari menuju rumah tingkat itu. ada kayu yang tergeletak di pinggir pagar. Maka ketika anjing itu menyorongkan mulut ke arah kakiku segera kupukul kepalanya. Anjing itu melolong kesakitan dan lari menjauhi akau. ...dst
2. Judul Dibuat Paling Akhir
Judul dibuat paling akhir agar kita tidak terjebak dengan judul. Bisa saja, ketika judul sudah dibuat di awal tulisan, pikiran kita terpasung atau terpenjara oleh judul tersebut. Ingat, judul itu berbeda dengan tema atau topik.
3. Perhatikanlah Tanda-Tanda Baca
Untuk mengatasi kesulitan mengenai peletakan tanda baca seperti titik, koma, tanda seru,, maka perlu untuk mengamati tulisan atau karangan orang lain yang ada di majalah, koran atau buku. Keberadaan tanda baca sangat vital bagi seoran penulis dan pengarang.
4. Pelajarilah Peletakkan awalan di
Untuk di dipakai menyatakan tempat maka ditulis terpisah.Sedangkan awalan di untuk menyatakan kalimat pasif maka ditulis sambung.
5. Menentukan Alinea Baru
Untuk memudahkan menentukan aline baru maka berpatokanlah layaknya orang berbicara. Orang berbicara pasti diselingi dengan mengambil napas. Satu tarikan dan hembusan napas jadikanlah satu alinea.
6. Spasi Untuk Tulisan Ideal
Bila mengirimkan naskah kepada redaksi yang sudah di print-out maka jarak antarbaris adalah 2 spasi. Hal ini simaksudkan untuk memberikan ruang koreksi. Jarak kiri atau kanan kertas 1,5 cm. Sedangkan jarak dari atas atau bawah adalah 2 cm.
7. Setting Tempat Yang Beum Pernah Kiota Kunjungi
Kita bisa mencari referensi mengenai tempat yang kita jadikan setting, kemudian kita olah. Untuk itu kita harus pintar-pintar berkhayal.
8. Jadilah Kereta Api
Saran ini berlaku pada saat anda baru menuangkan ide ke dalam tulisan. Tulis dan Tulislah! Jika terjadi salah ketik abaikan saja dahulu. Jika anda berhenti untuk memperbaiki kesalahan tulis, bisa saja anda kehilangan ide - ide yang hampir keluar. Ide bisa hilang atau lupa. Koreksi adalah urusan belakang. Jadilah kereta api.
9. Endapkanlah Karya Anda
Karena kelelahan seorang penulis dapat mengalami kebuntuan pikiran. Bila sudah demikian endapkanlah karya anda, jangan memaksakan diri. Simpanlah karya anda, jangan memaksakan diri.
10. Kenalilah Misi dan Gaya Media
Kita mesti mengetahui naskah yang kita buat cocok untuk media mana. Atau sebelumnya kita sudah memutuskan membuat untuk media yang kita incar, sehingga gaya tulisan sudah disesuaikan dengan misi dan gaya majalah yang bersangkutan.
Demikian rangkuman tips-tips menulis dan mengarang yang telah saya baca. Buku tersebut memberikan saya inspirasi mengenai menulis dan mengarang.
Semoga tips-tips tersebut juga dapat meberikan isnpirasi bagi teman-teman.
1. Bagaimana Memulai Menulis?
Para pemula biasanya bertanya-tanya bagaimana cara memulai menulis atau mengarang. Untuk mengatasi kebuntuan dalam menulis cepatlah mengambil sikap, mulailah dengan menulis apa saja. Ketiklah apa saja , asal tulis sebagai pancingan. begitu pancingan berhasil maka kita akan lancar menuliskan kata atau kalimat berikutnya.
Contoh:
Busyet, Anjing itu selalu mengikutiku!
ingat, saat itu saya sudah menentukan pilihan ingin menulis cerpen, puisi atau artikel. Jika ingin menulis cerpen maka kalimat tersebut saya lanjutkan menjadi :
Busyet, Anjing itu selalu mengikutiku!Akupun berlari menuju rumah tingkat itu. ada kayu yang tergeletak di pinggir pagar. Maka ketika anjing itu menyorongkan mulut ke arah kakiku segera kupukul kepalanya. Anjing itu melolong kesakitan dan lari menjauhi akau. ...dst
2. Judul Dibuat Paling Akhir
Judul dibuat paling akhir agar kita tidak terjebak dengan judul. Bisa saja, ketika judul sudah dibuat di awal tulisan, pikiran kita terpasung atau terpenjara oleh judul tersebut. Ingat, judul itu berbeda dengan tema atau topik.
3. Perhatikanlah Tanda-Tanda Baca
Untuk mengatasi kesulitan mengenai peletakan tanda baca seperti titik, koma, tanda seru,, maka perlu untuk mengamati tulisan atau karangan orang lain yang ada di majalah, koran atau buku. Keberadaan tanda baca sangat vital bagi seoran penulis dan pengarang.
4. Pelajarilah Peletakkan awalan di
Untuk di dipakai menyatakan tempat maka ditulis terpisah.Sedangkan awalan di untuk menyatakan kalimat pasif maka ditulis sambung.
5. Menentukan Alinea Baru
Untuk memudahkan menentukan aline baru maka berpatokanlah layaknya orang berbicara. Orang berbicara pasti diselingi dengan mengambil napas. Satu tarikan dan hembusan napas jadikanlah satu alinea.
6. Spasi Untuk Tulisan Ideal
Bila mengirimkan naskah kepada redaksi yang sudah di print-out maka jarak antarbaris adalah 2 spasi. Hal ini simaksudkan untuk memberikan ruang koreksi. Jarak kiri atau kanan kertas 1,5 cm. Sedangkan jarak dari atas atau bawah adalah 2 cm.
7. Setting Tempat Yang Beum Pernah Kiota Kunjungi
Kita bisa mencari referensi mengenai tempat yang kita jadikan setting, kemudian kita olah. Untuk itu kita harus pintar-pintar berkhayal.
8. Jadilah Kereta Api
Saran ini berlaku pada saat anda baru menuangkan ide ke dalam tulisan. Tulis dan Tulislah! Jika terjadi salah ketik abaikan saja dahulu. Jika anda berhenti untuk memperbaiki kesalahan tulis, bisa saja anda kehilangan ide - ide yang hampir keluar. Ide bisa hilang atau lupa. Koreksi adalah urusan belakang. Jadilah kereta api.
9. Endapkanlah Karya Anda
Karena kelelahan seorang penulis dapat mengalami kebuntuan pikiran. Bila sudah demikian endapkanlah karya anda, jangan memaksakan diri. Simpanlah karya anda, jangan memaksakan diri.
10. Kenalilah Misi dan Gaya Media
Kita mesti mengetahui naskah yang kita buat cocok untuk media mana. Atau sebelumnya kita sudah memutuskan membuat untuk media yang kita incar, sehingga gaya tulisan sudah disesuaikan dengan misi dan gaya majalah yang bersangkutan.
Demikian rangkuman tips-tips menulis dan mengarang yang telah saya baca. Buku tersebut memberikan saya inspirasi mengenai menulis dan mengarang.
Semoga tips-tips tersebut juga dapat meberikan isnpirasi bagi teman-teman.
Komentar
Posting Komentar